Adsense Header

Adab dan Etika Bermedia Sosial Dalam Islam

Dalam bermuamalah semua ada adab dan etikanya. Begitupun dalam media sosial, adab dan etika bermedia sosial dalam islam diatur sedemikian rupa agar tidak melampaui batas penggunaan.

Media sosial merupakan sebuah sarana yang bisa digunakan untuk sesuatu yang mubah, bisa juga digunakan untuk yang bernilai ibadah, bisa juga digunakan untuk maksiat.

Adapun hal yang mubah dalam media sosial seperti komunikasi dengan teman-teman, like dan share status yang sifatnya mubah. Yang bernilai ibadah seperti membagikan nasehat dari para ulama, membagikan do’a yang shahih, dan sebagainya. Dan yang bernilai maksiat tidak lain adalah melihat yang haram, berkata kotor dan sebagainya.

Hanya saja penggunaan media sosial tetap harus dibatasi agar tidak berlebih-lebihan dan menjurus kepada hal yang dilarang.

Adab dan Etika Bermedia Sosial Dalam Islam

Adab dan Etika Bermedia Sosial Dalam Islam

Berikut beberpa poin nasehat dari Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA yang dikutip dari website Bimbingan Islam.
  1. Perhatikan siapa yang kita ajak berkomunikasi, mahram atau bukan. Jika mahram maka tidak mengapa kita berkomunikasi dengannya tapi jika bukan mahram maka harus dibatasi dan seperlunya saja.
  2. Jangan genit dan menggunakan bahasa yang jelas. Karena pada dasarnya tulisan hukumnya sama dengan ucapan. Jadi ketika berkomunikasi dengan yang bukan mahram maka dilarang genit (merangsang syahwat lawan jenis) dan harus menggunakan nada bicara yang tegas.
  3. Jangan pernah membagikan berita tentang amal shalih kita, karena ini bisa mengundang sifat riya (ingin pamer) dan akibat yang lebih parah bisa membatalkan pahala amal kita.
  4. Jangan berlebihan ketika berkomunikasi menggunakan media sosial, gunakanlah sebatas yang diperlukan saja.
  5. Jangan membagikan foto-foto pribadi agar tidak disalahgunakan dan agar terhindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakin ain.
  6. Jangan pernah membagikan foto orang lain kecuali dengan seizinnya dan demi kemaslahatan syar’i (contoh: membagikan foto-foto saudara kita yang sedang terkena musibah atau yang sedang sakit di rumah sakit dan sebagainya).
    Karena pada diri setiap muslim ada harga diri dan kehormatan yang tidak boleh dilanggar, dan tidak setiap orang ridho apabila foto dirinya dalam kondisi tertentu disebarluaskan, karena ini bisa masuk kedalam ghibah (menceritakan hal-hal yang tidak disukai oleh saudara kita tanpa sepengetahuan dirinya).
  7. Jangan membagikan foto mkhluk yang bernyawa (hewan dan manusia) kecuali demi kemaslahatan syar’i yang mu’tabar.
  8. Jangan asal menyebarkan berita kecuali yang telah diklarifikasi kebenarannya dan beritanya bermanfaat untuk diketahui orang lain. Tidak semua berita yang beredar itu benar dan tidak semua berita yang benar pantas untuk disebarkan. Kalaupun berita tersebut pantas disebarkan maka tidak semua orang akan mendapatkan manfaat dari berita tersebut. Bahkan bisa jadi untuk sebagian kalangan malah menimbulkan mudharat karena kesalahfahaman. Jadi pilihlah dengan seksama dalam menyaring suatu berita.
Demikian, wallaahu a’lam.

Etika Bermedia Sosial

Itulah delapan point nasehat dari Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA dalam menggunakan media sosial. Semoga nasehat tersebut bisa kita terapkan dalam menggunakan media sosial agar sesuatu yang mubah tersebut tidak menyeret kita kepada hal yang haram dan agar kita bisa menggunakan media sosial untuk ladang amal kita.

Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel