Cara Mengobati Penyakit Ain Sendiri

Dalam agama islam kita meyakini bahwa penyakit ‘ain itu nyata. Penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata seseorang, bisa berupa pandangan hasad atau pandangan kagum yang berlebihan. Cara mengobati penyakit ‘ain bisa dilakukan sendiri selama kita menguasai ilmunya.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengobati penyakit ‘ain sendiri dengan metode ruqyah mandiri.

Orang yang meruqyah itu tidak jauh berbeda seperti dokter pada umumnya yang mendiagnosa penyakit medis. Diagnosanya bisa benar tapi bisa juga terdapat kesalahan dalam diagnosanya.

Cara Mengobati Penyakit Ain Sendiri

Cara Mengobati Penyakit Ain Sendiri

Seperti yang disebutkan diatas bahwa penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata dari orang yang merasa hasad atau merasa takjib kepada kita. Jika kita merasa dipandang oleh orang lain dengan pandangan yang aneh dan tak biasa kemudian setelah itu timbul gejala sakit maka kemungkinan besar kita terkena penyakit ‘ain.

Penyakit ‘ain itu terbagi menjadi dua,
  1. ‘Ainul hasad yaitu pandangan orang yang hasad
  2. ‘Ainul i’jab yaitu pandangan orang yang kagum
Kedua pandangan diatas bisa menyebabkan penyakit ‘ain bagi orang yang dipandangnya. Dan pada jaman sekarang sangat mudah terkena penyakit ‘ain ini karena adanya media sosial. Orang begitu mudah membagikan foto ataupun video mereka di media soaial tanpa mengetahui dampak dari membagikan foto atau video tersebut. Makanya kita perlu mempelajari adab dan etika bermedia sosial agar terhindar dari penyakit ‘ain.

Daripada membagikan hal yang mengundang penyakit di sosial media, baiknya kita membagikan hal yang bermanfaat seperti nasehat-nasehat ulama, berd’oa di sosial media, membagikan info kajian dan sebagainya. Agar sosial media kita menjadi ladang amal untuk kita.

Lima Cara Mengobati Penyakit ‘Ain Secara Mandiri

Ada lima cara mengobati penyakit ‘ain secara mandiri sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali dalam kitab beliau “Ash-Shorimul Battar”
  1. Cara yang pertama adalah dengan mandi. Jika kita mengetahui orang yang memandangi tadi, maka minta ia untuk mandi di atas ember besar sehingga airnya tertampung dan sisa air mandinya disiram atau diguyur sekaligus sekali guyuran keatas orang yang sakit, ia akan sembuh seketika itu juga. Sebagaimana cara ini dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dan dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 3908).
  2. Cara kedua adalah dengan meletakkan telapak tangan kanan diatas kepala orang yang sakit kemudian membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:

    بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

    “Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari setiap hal yang mengganggumu, dan dari setiap keburukan setiap jiwa dan setiap mata yang jahat. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” (HR. Muslim : 2186).
  3. Cara yang ketiga adalah dengan cara meletakkan telapak tangan kanan diatas kepala orang yang sakit kemudian membaca do’a sebagai berikut:

    بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ.

    “Dengan nama Allah semoga Allah memulihkanmu, dan semoga Allah menyembuhkanmu dari setiap penyakit, dan dari setiap keburukan orang yang hasad ketika mereka hasad, dan dari setiap pandangan mata jahat.” (HR Muslim : 2186).
  4. Cara yang keempat adalah dengan cara meletakkan telapak tangan kanan diatas kepala orang yang sakit kemudian membaca do’a sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ ربَّ النَّاسِ ، أَذْهِب الْبَأسَ ، واشْفِ ، أَنْتَ الشَّافي لا شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفاءً لا يُغَادِرُ سقَماً

    “Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah sakit, sembuhkanlah, Engkaulah Dzat Yang Maha Penyembuh, tiada kesembuhan melainkan dari Engkau asalnya, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas sakit.” (HR. Bukhari : 5675).
  5. Cara kelima adalah dengan cara meletakkan telapak tangan kanan diatas tubuh yang sakit kemudian membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, (HR. Bukhari kitab Fadhailul Qur’an bab Al Muawwidzatain).
Itulah kelima cara mengobati penyakit ‘ain sendiri dengan metode ruqyah. Semua cara diatas bisa dilakukan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain dengan catatan kita sudah paham ilmunya.

Cara Agar Terhindar Dari Penyakit ‘Ain

Cara agar terhindar dari penyakit ‘ain adalah dengan cara membiasakan membaca dzikir pagi dan petang, dzikir sebelum tidur, dzikir setelah shalat dan mendo’akan keberkahan pada orang yang kita kagumi saat melihatnya.

Alangkah baiknya ketika kita mengagumi seseorang dan ingin memujinya, maka pujilah Allah terlebih dahulu baru memuji orang tersebut karena pada dasarnya yang berhak dipuji hanya Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel