Adsense Header

Contoh dan Bahaya Riya Dalam Ibadah

Contoh riya dalam ibadah dapat mudah kita temui pada jaman sekarang ini. Apalagi dengan adanya media sosial dan kurangnya pengetahuan tentang adab dan etika bermedia sosial dalam islam membuat kita mudah untuk membagikan kegiatan ibadah di media sosial dengan alasan untuk dakwah.

Membagikan kegiatan ibadah di media sosial dengan niat untuk dakwah boleh saja, asal dengan cara yang benar. Apabila caranya salah malah berujung riya dan hilangnya pahala ibadah kita, itulah bahaya riya.

Misal kita habis berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kemudia kita bagikan kegiatan itu di media sosial dengan status “Alhamdulillah, habis berdo’a nih”, dengan status seperti itu kemungkinan kita bisa terkena riya. Daripada membagikan kegiatan ibadah kita, lebih baik membagikan faedah dari do’a tersebut, itu akan lebih aman untuk terhindar dari riya.

Apalagi ditambah dengan membagikan foto dan video diri ketika melakukan ibadah, selain terkena riya kita juga bisa terkena penyakit ain.

Dalil Tentang Riya dan Contoh Riya

Contoh Riya Dalam Ibadah

Dari Mahmud bin Labid bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling menakutkan yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Mereka bertanya, “Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’, Allah azza wa jalla akan berfirman kepada mereka pada hari kiamat pada saat manusia dibalas karena perbuatan mereka,’Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepadanya ketika di dunia, maka lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan di sisi mereka?’” (HR Ahmad dalam musnadnya 5/428 no 23680)

Contoh Riya

Dalam artikel muslimah.or.id yang disadur ulang dari Min Rawaai’il Mukhlishiin (edisi terjemah), Dr. Ubaid bin Salim al-Amri, ada sekitar 9 macam riya, berikut penjelasannya.

  1. Riya Dalam Iman
    Riya ini ada pada orang-orang munafik. Sebagai mana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an

    و إذا لقوا الذين ءامنوا قالوا آمنا

    “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, ‘Kami telah beriman’.” (QS. Al-Baqarah: 14).

    Riya ini sangat berbahaya dan akibatnya bisa kekal didalam neraka.
  2. Riya Dalam Ibadah
    Riya dalam ibadah wajib atau sunnah ini biasanya dilakukan ketika sendiri.
  3. Riya Dengan Bentuk Ibadah
    Dia membaguskan dan memperhatikan gerakan atau semacamnya hanya dari dhahirnya saja.
  4. Riya Dengan Ucapan
    Riya ini biasanya dilakukan oleh para pemberi nasehat, dia menghafal agar dia pandai dalam berbicara, berdebat dan berdiskusi ataupun untuk memuji diri sendiri.
  5. Riya Dengan Keadaan
    Riya ini dilakukan dengan menampakan keadaan tertentu misalnya kurus dan pucatnya badan agar disangka bersungguh-sungguh dalam beribadah, menampakan suara yang lemah dan bibir yang kering agar disangka sedang berpuasa, dan sebagainya. Ini adalah permasalahan yang besar, termasuk juga didalamnya riya dengan pakaian, cara berjalan dan kewibawaan.
  6. Riya Dengan Akibat
    Contoh riya ini adalah menyukai agar diberi ucapan salam terlebih dahulu, diberi sambutan dengan wajah yang ceria, dicukupi segala keperluannya, dan diberi kelapangan dalam majelis.
  7. Riya Dengan Mencela Diri
    Mutharrif berkata, “Cukuplah seseorang dianggap sebagai ithara’ (melampaui batas dalam memuji), jika dia mencela dirinya di hadapan orang-orang seolah-olah engkau ingin memujinya dengan celaan tersebut, dan hal ini buruk menurutku.”
  8. Riya Dalam Mengharapkan Dunia Dengan Mengikhlaskan Amal
    Syaikhul Islam berkata, “Seperti orang yang tujuannya adalah pengagungan dan pujian dari manusia –misalnya-, dan dia mengetahui bahwasanya hal itu bisa didapat dengan ikhlas, maka dia di sini tidak mengaharapkan Allah, akan tetapi dia menjadikan Allah sebagai perantara (untuk mewujudkan) keinginannya yang rendah itu.”
  9. Riya Dengan Meninggalkan amal karena takut riya’
    Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Beramal untuk manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah riya’ , dan ikhlas itu adalah disucikannya dirimu oleh Allah dari keduanya.”

    Syaikhul Islam sangat keras sekali terhadap orang-orang yang melarang untuk melakukan amal yang disyariatkan karena takut riya’, dan beliau menjelaskan bahwasanya ini adalah termasuk di antara tanda-tanda orang-orang munafik yang senantiasai mencela kaum mukminin yang taat beribadah.
Itulah contoh-contoh riya yang sering kita temui, atau malah kita belum mengetahuinya sama sekali.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjauhkan kita dari sifat riya.
aamiin

Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel