Adsense Header

Penyakit Malas Dalam Islam

Penyakit malas dalam islam biasa disebut dengan futur (kendor semangat). Futur ini bisa menimpa siapa saja, jadi kita harus berilmu untuk bisa mengusir malas dalam diri kita. Karena sangat merugikan apabila malas ini ada dalam diri kita, seperti malas bekerja, malas belajar, malas beribadah dan malas-malas lainnya, yang mengakibatkan kita menjadi lalai dan rugi.

Penyebab rasa malas dalam beribadah juga bisa datang karena terlalu berlebih-lebihan dalam beribadah apalagi sampai riya dalam ibadah yang bisa menghilangkan pahala ibadah yang sudah kita lakukan.

Solusi Malas Beribadah

Penyakit Malas Dalam Islam

Seperti disebutkan dalam hadits, tidak selamanya orang akan semangat terus, pasti suatu saat akan mengalami futur. Coba kita simak hadits berikut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa ia telah menikahi wanita Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Lalu ia menceritakan hal ini kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari.” “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata padanya, “Khatamkanlah Al-Qur’an dalam sebulan sekali.” “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al-Qur’an setiap 15 hari.” “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al-Qur’an setiap 7 hari.” Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Khatamkanlah setiap 3 hari.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, demikian kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Hadits diatas menunjukan bahwa ada masa semangat dalam beribadah, ada juga masa futur, dan salah satu penyebab futur adalah karena terlalu berlebihan, maka kita dianjurkan untuk tidak meremehkan dan tidak juga berlebihan dalam beribadah.

Tips Menghilangkan Rasa Malas

Selain malas beribadah, bisa juga kita malas dalam kegiatan kita sehari-hari. Berikut tips menghilangkan rasa malas dari Ummu Aufa yang ditulis di muslimah.or.id
  1. Ketika kantuk mulai menyerang, sebaiknya kita membasuh muka atau mandi
  2. Ketika sedang membaca pada posisi duduk dan malas mulai datang, maka rubah posisi duduk, misal dari duduk menjadi berdiri tapi tidak disarankan dari duduk menjadi berbaring karena bisa berbahaya dan kebablasan tidur
  3. Pindah ruangan, misal dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau anak kos, bisa disiasati pindah dari kamar ke beranda kos
  4. Menghirup udara segar dengan cara membuka jendela kamar untuk menambah kesegaran. Bagi anak kos yang tidak ada jendela, bisa disiasati dengan memberi wangi-wangian agar ruangan menjadi lebih segar
  5. Ketika mulai malas, baiknya kita mengganti kegiatan yang sedang dilakukan, misal berjalan-jalan sebentar, merapikan kamar atau kegiatan lain untuk menggerakan otot-otot kita
  6. Mencoba berbincang dengan keluarga atau teman kos namun mengenai hal yang mubah jangan yang haram. Jangan sampai kita lupa tujuan utama yaitu untuk menumbuhkan semangat bukan untuk ngobrol atau bahkan mengghibah
  7. Mencoba membuat minuman kesukaan seperti kopi, teh, susu atau jus untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal
  8. Mengganti metode dalam belajar. Misal bosan menghafal surat dengan membaca diganti dengan mendengarkan lewat mp3 atau video.
Itulah beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas dalam kegiatan sehari-hari. Tapi yang paling penting adalah berdo’a kepada Allah agar selalu terhindar dari rasa malas.

Allahu a’lam

Semoga bermanfaat

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel