Orang Tua Sholeh adalah Tahap Awal Anak Menjadi Sholeh



Anak yang sholeh adalah dambaan setiap orang tua. Semua orang tua pasti menginginkan anak yang sholeh, sekalipun orang tuanya adalah ahli maksiat. Dia pasti memiliki keinginan agar anaknya tidak memiliki sifat seperti dirinya dan menginginkan sifat anaknya lebih baik dari dirinya. Tapi satu hal yang sering kita tidak sadari, bahwa untuk memiliki anak yang sholeh harus dimulai dari orang tua yang sholeh juga. Jadi cara yang paling awal untuk memiliki anak-anak yang sholeh adalah dengan memperbaiki dulu sifat kita sebagai orang tua.

--

Coba kita simak kisah dua anak yatim dari surat Al-Kahfi berikut

Alangkah baiknya kita memperhatikan kisah Musa dan Khidz ini dengan seksama. Semoga kita bisa menggali pelajaran berharga di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman ,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (QS. Al Kahfi : 82)

Suatu saat Nabi Musa dan Khidr –‘alaihimas salam- melewati suatu perkampungan. Lalu mereka meminta kepada penduduk di kampung tersebut makanan dan meminta untuk dijamu layaknya tamu. Namu penduduk kampung tersebut enggan menjamu mereka. Lalu mereka berdua menjumpai dinding yang miring (roboh) di kampung tersebut. Khidr ingin memperbaikinya. Kemudian Musa berkata pada Khidr,

لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا

“Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.” (QS. Al Kahfi: 77).
Namun apa kata Khidr? Khidr berkata,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.” (QS. Al Kahfi : 82)

Lihatlah …! Allah Ta’ala telah menjaga harta dan simpanan anak yatim ini, karena apa? Allah berfirman (yang artinya), “sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.” Ayahnya memberikan simpanan kepada anaknya ini, tentu saja bukan dari yang haram. Ayahnya telah mengumpulkan harta untuk anaknya dari yang halal, sehingga karena kesholehannya ini Allah juga senantiasa menjaga anak keturunannya. Bukankah begitu?!

--

Selanjutnya kita akan membahas tentang pentingnya memilih antara yang halal dan haram bagi orang tua yang nantinya bisa berdampak untuk ke sholehan anak.

Ketika kita berdo'a meminta diberikan anak yang sholeh namun masih suka melakukan maksiat, memakan sesuatu yang haram, meminum yang haram, memakai pakaian yang haram, apakah do'a kita akan dikabulkan ??? Tentu saja tidak. Karena Allah Azza Wa Jalla hanya menerima do'a dari hambanya yang bertaqwa, sesuai dengan firmanNya,

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Ma’idah : 27)

Jadi sangat perlu diperhatikan halal haramnya segala sesuatu pada diri kita. Nafkah yang diberikan kepada keluarga kita harus dari yang halal. Ketika kita sudah bisa memilih antara yang halal dan haram, maka Alla Azza Wa Jalla akan senantiasa memberi kita petunjuk dan mengabulkan do'a untuk memiliki anak yang sholeh.

--

Wallahualam.

0 Response to "Orang Tua Sholeh adalah Tahap Awal Anak Menjadi Sholeh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel